Tulisan ini tidak bermaksud menguraikan segala sesuatunya mengenai geralkan New Age. Untuk menguraikan gerakan New Age, tentu membutuhkan beberapa ratus halaman. Ada seorang peneliti yaitu Wouter J. Hanegraaff yang melakukan penyelidikan mengenai gerakan New Age dimana laporan penelitiannya membutuhkan 524 halaman, itupun dengan beberapa pembatasan dalam penelitiannya. Dalam penelitiannya, ia menyelidiki + 500 buku-buku New Age dalam bidang kesehatan, politik, pendidikan, sains dan lain-lain. Beberapa hasil penelitiannya akan dikutip dalam tulisan ini.
Gerakan New Age bukanlah merupakan suatu sekte, tapi suatu sistem kepercayaan (CULT). Itu sebabnya kepercayaan New Age merembes masuk ke segala bidang. Berikut kita lihat perbedaan antara sekte dan cult1
Cult (sistem kepercayaan) :
Sekte :
Berdasarkan uraian diatas, kita dapat menduga beberapa ciri dari para penganut New Age. Pengikut New Age umumnya individu-individu yang tidak terikat organisasi, berprofesi sesuai bidang keahliannya, memiliki toleransi yang tinggi terhadap orang-orang yang tidak sependapat dengannya dan tidak fanatik terhadap satu agama tertentu.
Dalam tulisan singkat ini, saya akan langsung masuk kepada kesimpulan-kesimpulan ajaran New Age dan menjelaskan bahwa kesimpulan-kesimpulan tersebut bukanlah hasil penyelidikan Alkitab. Para penganut New Age menganggap ajarannya "lebih tinggi" dan "lebih dalam" dari pada kitab-kitab keagamaan. Tentu saja terdapat variasi yang besar diantara mereka yang dipengaruhi ajaran New Age. Ada penganut New Age yang masih "agak menghormati" Alkitab dan suka mengutip ayat-ayat Alkitab dalam tulisannya, tetapi ada juga yang terang-terangan menentang ketidak-bersalahan (inerrancy/infallibility) Alkitab.
Maksud tulisan ini adalah untuk memperingati orang-orang pilihan Tuhan agar tidak dipengaruhi oleh ajaran-ajaran New Age yang nampaknya "dalam" tetapi sebenarnya tidak menghormati Tuhan Yesus Kristus dan pengorbananNya yang mulia itu. Alkitab menegaskan bahwa, "sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga" dan kalau benar 1/3 orang-orang pilihan Tuhan dijatuhkan oleh "naga merah padam yang besar" di kitab Wahyu 12, maka Umat Kerajaan perlu waspada. Ajaran New Age mungkin tidak berbahaya bagi mereka yang terikat organisasi kekristenan, tetapi bagi Umat Kerajaan yang diluar sistem kekristenan, pengajaran ini seperti racun yang mematikan.
Pengajaran New Age menjanjikan zaman baru Aquarius atau zaman pencerahan dimana manusia naik takhta tanpa Allah Alkitab. Kesimpulan umum pengajaran ini yaitu semua adalah satu dan dengan demikian tidak ada dosa, kematian, maupun baik dan jahat. Karena itu kematian Yesus Kristus yang bersifat menggantikan (substitutionary) sama sekali tidak ada artinya. Yesus diakui sebagai Allah karena Ia telah mencapai kesadaran Kristus, tetapi semua orang juga bisa mencapai kesadaran Kristus dan karenanya ia adalah Allah. Selanjutnya saya akan mengutip beberapa pengajaran New Age dibawah ini2.
Hanegraaff menguraikan konsep Allah didalam New Age sebagai berikut : Pertama, Allah bersifat holistik dalam arti bahwa adalah kesatuan Allah yang menjamin bertahannya integritas alam semesta. Kedua, Allah sering digambarkan sebagai pikiran. Allah adalah pikiran alam semesta. Ketiga, Allah adalah energi yang memelihara alam semesta tetap utuh dan hidup. Keempat, Allah adalah tenaga hidup. Esensi dari tenaga hidup adalah kreativitas, dan kreativitas sering digabungkan dengan kasih.
Konsep "Kristus" didalam New Age, sebagaimana diuraikan Hanegraaff, tidak sama dengan konsep Kristus didalam Alkitab. Didalam New Age "Kristus" adalah Pertama, kondisi pikiran tertinggi disebut kesadaran Kristus. Kedua, realitas rohani yang disebut Prinsip Kristus (Christ Principle). Ketiga, Kristus adalah inkarnasi dari prinsip ini dalam bentuk manusia.
Menguraikan ajaran New Age bisa berlarut-larut dan tidak ada habis-habisnya. Tetapi satu hal yang pasti bahwa ajaran New Age bukan berasal dari penggalian Alkitab yang jujur dan benar, melainkan dari Hinduisme klasik dicampur dengan ajaran-ajaran guru-guru Mistik Timur.
Surat II Tesalonika 2:3-4 menegaskan, "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga ! Sebab sebelum hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri diatas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah".
Ayat diatas sangat jelas menguraikan kedatangan/menifestasi manusia durhaka yang mendahului kedatangan Kristus. Kita tahu kata "duduk di Bait Allah" bukanlah berarti ada anti Kristus duduk di Bait Allah Yerusalem yang akan dibangun kelak entah kapan. Tetapi artinya didalam tubuh jasmani, akan ada manusia-manusia yang akan menyatakan dirinya sebagai Allah ! Saudaraku, kalau kita dianugerahi telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat, tidak sulit memahami bahwa ajaran New Age mempersiapkan jalan bagi manifestasi manusia durhaka itu.
Surat Petrus 2:1 menyatakan, "Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil ditengah-tengah umat Allah, demikian pula diantara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka". Petrus memperingati akan adanya guru-guru palsu diantara umat tebusan Allah, dimana ciri pengajaran sesat mereka adalah MENYANGKAL PENGUASA Y4ANG TELAH MENEBUS MEREKA. Disini jelas terlihat bahwa guru-guru palsu itu adalah orang-orang yang pernah mengalami kuasa penebusan Tuhan tetapi karena suatu pengajaran tertentu menyangkal Penguasa (Tuhan) yang telah menebus mereka. Pengajaran apakah yang menyangkal kuasa darah Yesus ? Tidak lain adalah pengajaran New Age ! Surat Yudas juga memperingati umat pilihan Allah akan adanya orang-orang tertentu yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus".
Karena memang telah dinubuatkan oleh Paulus akan adanya manusia-manusia yang akan menyatakan dirinya sebagai Allah, maka tema "I am God" didalam pengajaran New Age menempati posisi penting. Guru-guru palsu ini mencoba mengutip ayat-ayat Alkitab untuk membuktikan bahwa kita adalah Allah atau "I am". Tetapi Yesus Kristus dengan tegas menyatakan, "I am the vine, you are the branches". Kita hanyalah "ranting" (a Christ), bukan "pokok anggur" (the Christ). Seperti seorang saudara pernah berkata, "we can never be I am because we are created beings" (kita tidak akan pernah menjadi I AM karena kita makhluk ciptaan)3. Didalam kitab Mazmur memang ada tertulis, "kamu adalah Allah"; kita memang termasuk kelompok elohim, tetapi posisi Tuhan Yesus tetap unik dalam hubungannya dengan Bapa. Itu sebabnya Ia berkata kepada Maria, " … sekarang Aku akan pergi kepada BAPAKU dan BAPAMU, kepada ALLAHKU dan ALLAHMU" (Yoh 20:17). Yesus tidak berkata kepada Maria, ALLAH KITA atau BAPA KITA, karena posisi Tuhan Yesus dihadapan Bapa adalah unik.
Sebagai penutup bagian ini saya akan mengutip tulisan J. Preston Eby mengenai pokok ini sebagai berikut 4 :
Ada satu kerinduan dan rasa lapar yang luar biasa di hati banyak anak Tuhan saat ini. Mereka benar-benar mencari realitas, namun sistem gereja dan apa yang dinamakan kegerakan kebangunan rohani gagal memenuhi kebutuhan mereka. Tetapi rasa lapar yang luar biasa dan kebutuhan yang ada dalam diri mereka berseru minta dipuaskan, jiwa mereka mencari kebenaran, hidup dan sesuatu yang kekal. Kebutuhan mereka tidak dapat dipenuhi oleh gereja, penginjil televisi, kebangunan rohani, persekutuan, bahasa lidah, nubuat, penyembuhan, manifestasi dan khotbah tentang iman dan kemakmuran. Oleh sebab itulah, mereka mulai mencari sumber yang lain, dan banyak dari "sumber yang lain" ini yang menipu dan berbahaya, terutama bagi yang merindukan "pengenalan yang lebih jauh", "kebenaran yang lebih dalam", atau "wahyu yang lebih baru". Saudaraku, falsafah "humanistic-new age (humanisme - jaman baru)" benar-benar menyerbu kemah tempat tinggal orang-orang yang hatinya telah dijamah oleh panggilan keputraan, dimana falsafah ini tengah menipu banyak umat Tuhan yang mulia pada saat ini. Rasul Petrus pernah menubuatkan bahwa musuh Anak Domba Allah ini akan menampakkan diri ditengah-tengah umat Allah, demikian pula diantara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan (terpisah dari aliran hidup ilahi) atas diri mereka (II Petrus 2:1). Kalimat penting disini adalah– menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka". Menyangkal pendamaian (otonement), penebusan (ransom) dan darah penebusan. Mereka menghina Tuhan yang membeli mereka, meskipun mereka mungkin tetap setia kepada Tuhan yang mengajar mereka. Sebenarnya mereka tidak menyangkal Tuhan – mereka menyebut Yesus Tuhan dan menghormati Dia sebagai Putra Allah, Kristus, Penuntun dan Pangajar Kita, Teladan Agung, Jalan-Penabur, dan Pola bagi kita. Dengan lantang mereka berbicara tentang kebaikan, kasih, kelemah-lembuatan, kerendahan hati, pengertian, belas kasihan, kemurahan, kuasa dan hikmatnya. Mereka percaya bahwa misiNya adalah memperlihatkan kepada kita betapa dahsyat potensi identitas rohani sejati yang terdapat dalam diri setiap manusia, serta kebangkitan kesadaran Kristus yang didalam. Mereka memberitakan bahwa Yesus menjadi Juruselamat dengan cara membuat jalan dan menunjukkan jalan keselamatan kepada setiap orang yang mau mengikut jejak langkahNya. Masalahnya adalah orang diharuskan mengikut Yesus masuk kedalam kepenuhan hidup ilahi melalui kekuatan, identitas rohani, keallahan dan keilahian bawaan mereka. Kuasa darahNya yang mulia, yang mendamaikan, menebus, membasuh, menguduskan, membenarkan serta mengubah, tidak diikutsertakan, tidak ada pembaharuan yang dikerjakan oleh hidupNya, tidak ada kelahiran baru, tidak ada pembasuhan pembaharuan Roh Kudus. Pikiran jasmani bisa menerima hal itu ! Tapi kita harus mengizinkan Roh Kebenaran melimpah-kan hikmat dan pengertian agar kita dapat mengenali perbedaan antara yang mulia dan yang hina. Rasul Petrus menyebut para utusan setan ini pengajar rahasia-rahasia Allah, namun yang sebenarnya menyebarkan kesesatan, dengan segala kelicikan dan kecerdikannya, yang pada akhirnya menyangkal darah penebusan Yesus Kristus. Tidak heran rahasia darah begitu dibenci. Tidak heran pelayan-pelayan setan, yang menampakkan diri sebagai rasul-rasul Kristus dan utusan-utusan Terang, harus membentengi dusta dan kemunafikan mereka, dengan jalan turut bergumul untuk hampir setiap aspek dari kebenaran yang dinyatakan, termasuk pengharapan keputraan yang mulia; namun secara halus meniadakan atau menyangkal satu-satunya hal yang memisahkan kepentingan Allah dan setan (akhir kutipan).
Pengajaran New Age menyatakan diri sebagai "benang merah" / common denominatornya dari kitab-kitab keagamaan, termasuk Alkitab. Tetapi para pecinta dan pembaca Alkitab yang setia mengetahui bahwa ini hanyalah tipu muslihat setan supaya pengajaran New Age terlihat "lebih mendalam" dari yang lainnya. Lebih jauh lagi kita melihat bahwa pengajaran New Age lahir dari kesombongan yang paling dalam di hati manusia yang menganggap dirinya mampu dan hebat ! Semoga umat pilihan Tuhan tidak ambil bagian didalam kecongkakan dan kebodohan New Age.
1 Hanegraaff, New Age Religion and Western Culture (1996), hal.15
2 Dale Rumble, The Crucible of the Future (1989), hal .137.
3 Charles Weller, The Sons of God, hal.5
4 J. Preston Eby, Langit Bercerita, bag 35 hal.6